Bermain Hujan

“Bisa kutelepon sebentar?”
“Boleh, sekarang?”
“Oke, tunggu.”

Telepon genggamku berteriak, kuangkat hingga berganti dengan suara yang sangat lembut.

“Ada apa?” tanyaku.
“Di luar hujan.”
“Lalu?”
“Menurutmu, apa Mimo akan berteduh?”
“Kucingmu yang sejak kemarin belum pulang? Mungkin ia sedang bermain hujan.”
“Iya. Apa ia tidak kedinginan? Mungkin sebaiknya aku mencarinya lalu menawarinya payung dan selimut.”
“Kamu pernah bermain hujan memakai payung dan selimut?”
“Tidak. Apa serunya?”
“Begitu juga yang ia pikirkan.”
“Hmm, baiklah. Sampai jumpa nanti ya.”

Aku menengok baskom di dekat kasur. Sialan, bocor lagi.

I’m a terrible liar. Or maybe it’s just a lie and I’m just really good at it.