Selamat pagi, Tuhan.

Apa kabar subuh-Mu yang akhir-akhir ini kelewat dingin? Bagaimana kabar jam-jam pergantian pagi yang biasanya membuatku semangat?

Belakangan aku merasa Kamu sedang gencar-gencarnya memberiku kejutan serta pekikan tertahan yang tidak main-main.

Aku mungkin bukan ciptaan-Mu yang selalu menundukkan kepala patuh. Bahkan aku sering melihat langit hanya untuk membayangkan bisa terbang dan bersumpah serapah di sana.

Aku ingin cerita, tapi aku juga sadar aku jarang berdoa. Maaf, tolong sekali ini saja.

Beberapa hal mulai membuatku takut; petir, gelap, dunia, isi kepala manusia. Aku ingin kembali menjadi anak kecil, di mana hal yang menyenangkan hanya sebatas bermain bola plastik yang kubeli menggunakan uang dari dompet ayah. Di mana hal yang membuatku takut hanya tanganku tiba-tiba tidak seimbang lalu sepedaku menabrak pagar tetangga.

Atas nama doa-doa yang bahkan aku sendiri lupa, akhir-akhir ini aku merasa dihukum. Biarpun Kamu menghukum dengan cara yang paling indah sekalipun, akan tetap menjadi masalah besar dan tidak karuan beratnya jika menimpaku — ciptaanMu yang terlalu banyak membantah.

Maaf karena pasrah sudah terlalu lama kujadikan nama tengah.

I’m a terrible liar. Or maybe it’s just a lie and I’m just really good at it.

I’m a terrible liar. Or maybe it’s just a lie and I’m just really good at it.